02 Agustus 2012
Terukir kisah sahabat
Terkenang wajahmu
Rasa tawa dan bahagia
Hanya hati yang bisa bicara
Rasanya ku ingin seperti kalian
Berbagi kisah dan cerita
Namun hatiku tak lagi bersama kalian
Diantara kalian namun tak bersua
Ohh.. terasa sendiri disini
Sendiri lagi dan aku hanya bisa terdiam
Menatap kosong wajah yang penuh harapan
Bersama tak ada lagi cacian
Hanya ada candaan yang membuatku terus dicaci
Lambat laun terasa menjadi hati yang membeku
Kasih sayang dari dekapan seorang sahabat, tak jua mencairkan hatiku
Tak disangka dibalik wajahmu yang sepi
Tersimpan emas tersembunyi
Berlianpun kalah oleh sekeping hati
Ingin padu tanpa logika
Rasa tawa dan bimbang hanya akan berjalan hingga ke bulan
Kuraih bintang hingga terkoyak
Bahkan seonggok dagingpun lemas tak bertulang
Mengapa? Hanya jadi sebuah khayalan
Terjawab sudah hampir genap 2 tahun
Menunggumu dibalik tirai
Hingga membusuk beraroma melati
Panggungpun tak tahu pemeran utama yaitu kau dan aku
Tersembunyi diantara semak-semak belukar
Lalu... ku menunggu untuk siapa?
Dan untuk apa semua ini?
Jadi selama ini aku begitu buta
Tak bisa melihat kenyataan
Dan inilah kenyataan
Gede rasa yang aku batinkan
Jahat! Siapa kau!!
Mengacau hariku saat ini
Datang begitu cepat
Melekat begitu dalam
Sulit noda itu dihilangkan
Kini cintaku telah hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar